post image
din syamsuddin
KOMENTAR
Pemerintah sudah memutuskan awal bulan Ramadhan jatuh pada 29 Juni atau Ahad lusa. Namun, tetap menghormati bila ada umat Islam yang sudah memulai puasa besok, Sabtu (28/6).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menghormati sikap pemerintah, yang disampaian Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin tersebut. Menurutnya, Menteri Agama telah mengedepankan pendekatan ukhuwah islamiyyah dalam penentuan awal Ramadhan.

"Beliau (Menag) sudah menegaskan pemerintah yang berkewajiban menetapkan 1 Ramadhan, 1 Syawal. Tapi tetap menghormati kalangan umat Islam yang mempunyai pandangan berbeda," kata Din usai sidang isbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, petang ini (Jumat, 27/6).

Sikap pemerintah itu, lanjut Din, sesuai amanat konstitusi yang memberi jaminan warga negara untuk kebebasan beribadah. Karena memang, Muhammadiyah sendiri sudah memutuskan, besok 1 Ramadhan dan malam ini mulai shalat tarawih.

Pada kesempatan itu, Din juga menyoroti rencana ormas-ormas tertentu yang akan men-sweeping tempat-tempat hiburan selama bulan suci Ramadhan.

"Saya sangat setuju sweeping di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lain. Sweeping, menyapu pekarangan rumah, halaman masjid, sweeping untuk bersih-bersih. Marilah kita membersihkan rumah kita, pekarangan, masjid kita tapi bukan sweeping yang lain," seru Din.

Menurut Din, sweeping yang berakhir kekerasan bertentangan dengan prinsip Islam yang mengajarkan ber-amar ma'ruf nahi munkar. "Kami mengimbau kepada segenap warga masyarakat tidak perlu ada sweeping dengan pendekatan kekerasan, tidak hanya di bulan Ramadhan tapi bulan-bulan lain," demikian Din. [zul]

KOMENTAR ANDA

Baca Juga